Emotion

Titip Rindu

7 tahun di Brebes + 5 tahun di Jakarta + (approx.) 1 tahun di Bumiayu + (bismillah) 2 tahun di Canberra.

Sampai lupa gimana rasanya jadi orang Purwokerto. Masih begini aja. Homesick ya tetep ada. Boros juga kadang masih. Bukannya tambah kuat dan tegar, terkadang malah jadi gampang melempem.

Tapi jalanin aja sih ya. Toh lebih banyak untungnya juga. Merantau bikin saya dapat banyak teman dari berbagai daerah, pengalaman baru, cara pandang baru terhadap segala hal, lebih terbukadan pastinya lebih mudah mengapresiasi sekecil apapun bentuk kebahagiaan.


Merantaulah; jauh dari rumah, jauh dari keluarga, jauh dari kenyamanan; karena merantau selalu membawa banyak hal dalam hidup kita.


Hal terpenting adalah rasa syukur akan support dan kasih sayang keluarga dimanapun kita berada. Kita terkadang lupa betapa berharganya keluarga ketika mereka selalu ada buat kita. Ketika kita dijauhkan dari mereka, ada saat dimana kita mulai menyadari bahwa keluarga adalah hadiah terbesar tuhan yg diberikan kepada kita. Rasa syukur akan adanya keluarga menjadi sulit ketika mereka selalu di sekitar kita, tapi dengan merantau, rumah bukan hanya sekedar tempat makan dan tidur namun tempat dimana rasa nyaman, kehangatan dan kekeluargaan berada….

Pulang kampung, menginjakkan kaki di rumah, mencium tangan kedua orang tua, memeluk saudara, menggendong keponakan, pada suatu saat nanti akan menjadi momen tak terlupakan dalam hidup, tak tergantikan. Dan akan selalu saya nantikan.

Foto terakhir bersama keluarga menjelang keberangkatan

Titip rindu untuk keluarga di rumah.

Tulisan perdana ini saya sengaja post di blog baru saya. Karena blog lama bikin malu, bahasanya alay dan isinya amburadul maka saya putuskan untuk membuat blog baru dengan format yang masih amburadul tapi semoga tidak alay 😀

Mengikuti jejak pionir malhikdua, tulisan dan blog baru ini dibuat dalam rangka #1hari1Post #RamadhanMalhikdua. Saya persembahkan tulisan pertama ini untuk keluarga di Indonesia, teman-teman Pembina, siswa dan alumni Malhikdua.

 

Love from Canberra

8 Comments

  1. Aaaaaaa… My lovely honeeeeey.. Miss youuuuu… Thankssss beraaaaaat udah mau nyumbang postiiiing… Lopelopelopeee pokoknyaaaah. Doain semoga aku bisa nyusul ke Canberraaaaaaa.

    Reply
  2. The legemd Yummy is Back!!!

    Wah, kangen baca tulisamnya ukhti yani. Terus sharing cerita serunya ya ukh, apalagi merasakan hidup sebagai muslim di Australia.

    Salah Rindu dari Negeri Kinanah😍

    Reply
    1. buron Author

      Not as legendary as you!

      Makasih ya nanti insya Allah aku coba share hidup di Aussie gimana

      Salam juga dari Negeri Kangguru 😀

      Reply

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *